BERSIHKAN HATI, TINGGALKAN DUNIA, GALAU HILANG


Seseorang pasti mengalami rasa galau atau gelisah karena banyaknya pikiran yang serba semerawut. Intinya serba ga jelas. Sehingga hati merasa sengsara dan akhirnya kita merasa galau dalam berkehidupan. Apa sih masalah kita sampai hidup seakan kurang semangat ?. Sebenarnya rasa kegalaun itu timbul ketika hati kita sakit. Hati yang sakit ternyata lebih menyakitkan dari pada sakit hanya sekedar anggota tubuh. Kalau kita lagi sakit perut, yang kita rasakan hanya perut saja, begitu juga ketika kita terkena luka di kaki, maka bagian sakit hanya di kaki saja. sakit yang seperti itu eveknya bagi tubuh lainnya tidak terlalu berpengaruh bahkan mudah hilangnya. Intinya mudah diatasi kalau hanya sekedar sakit anggota tubuh.

Al-Munthalaq; Landasan Gerak Para Aktivis Dakwah

Muhammad Ahmad Ar-Rasyid
MUQADDIMAH

MARI KITA DUDUK SEBENTAR …KITA BERIMAN SEJENAK…

Para da’i setiap orang mukmin senantiasa menghadapi dua tarikan: Tarikan keimanan, niat, kesungguhan dan kesadarannya terhadap tanggungjawab. Dengan itu dia berada dalam amal saleh dan azam kebaikan. Yang kedua adalah tarikan syaitan dari sudut yang lain, menghiasi futurnya dan menghiasi cintanya kepada dunia. Hal ini menyebabkan dia berada dalam kelalaian, malas, panjang angan-angan dan berlengah-lengah dalam mempelajari apa yang tidak diketahuinya.

Kebahagiaan itu sederhana, kawan!

“Sering kali hal-hal yang dianggapkecil berdampak penyesalan besar jika kita remehkan. Begitupun jugakebahagiaan, perasaan yang tampaknya sederhana tapi kalau diabaikan kita takmampu membelinya.”

Anak umur 4-6  tahunan menemukankebahagiaannya pada setiap gendongan kakak dan orangtuanya, dan akan mendapatikepuasan setelah semua pertanyaan yang ia lontarkan terjawab. Benar ‘kan?
Sang istri menemukan kebahagiaannya jika ‘kerja’nya dapat membuat suaminyapun turut bahagia. Iya ‘kan?
Mahasiswa menemukan kebahagiaannya jika sudah memparipurnakan ujian,-dan kalau boleh penulis tambahkan- Mahasiswa bahagia saat turunnya mukafaah. Setuju banget ‘kan?
Para pengusaha muslim kampus–istilah penulis -, menemukankebahagiaannya saat isi kantong plastic mereka sudah terjual. Bukankah begitu?

Ingat Waktu

Flickr Images

Flag Counter