LIBERALIS YANG TEKSTUALIS


Ada salah satu ayat yang dijadikan senjata oleh orang-orang yang mengaku menyerukan kebebasan berfikir dan bertindak serta melepaskan manusia dari belenggu-belenggu kekangan, meskipun pada kenyatannya sebenarnya yang mereka serukan adalah 'kebablasan dalam berfikir dan bertindak.'
Ayat tersebut adalah Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 256 :

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ .....

Yang mereka artikan sebagai 'Tidak ada paksaan dalam beragama.'
Ayat tersebut mereka jadikan dalih untuk menyerukan bahwa dalam menjalankan agamanya, seorang muslim itu tidak boleh dipaksa dan diperintah, namun harus didasari oleh kesadaran dari dalam dirinya masing-masing.

Ilmu Yang Bermanfaat

Tujuan ilmu yang hakiki ketika ilmu itu telah di dapat adalah bisa menambah rasa takut kita kepada Allah -Subhanahu Wa Ta'ala-. Ilmu yang diamalkan oleh pemiliknya, sehingga keadaannya berubah menjadi lebih baik serta menambah keikhlasan kepada-Nya.

Bisa jadi kita gencar memberikan manfaat dan faedah ilmu lewat Facebook, Twitter, BBM, WA maupun SMS yang mana perbuatan seperti itu pada hakikatnya adalah baik. Namun, seringkali kali kita juga lupa bahwasanya tujuan ilmu itu bukan hanya untuk disampaikan saja. Lebih dari itu, tujuan ilmu adalah supaya menambah 3 hal tersebut diatas, yakni: Menambah Amal, Menambah rasa Khauf kepada Allah dan Menambah keikhlasan kepada-Nya.

Nasehat Syeikh Ibn Baaz -rahimahullah- Kepada Penuntut Ilmu

بعض الأسباب الموصلة إلى العلم النافع

س : سماحة الوالد : ما هي الطريقة الصحيحة التي يجب أن يتبعها طالب العلم الشرعي حتى يصل إلى ما يريده من إرضاء الله سبحانه وتعالى وكسب العلم المفيد والنافع له وللمسلمين وما هي العوامل التي تساعد على الحفظ ورسوخ المسائل في ذهنه وعدم النسيان ؟

ج : أعظم الأسباب ، أن تتقي ربك بطاعته وترك معصيته ، والإخلاص له وسؤاله التوبة والعون والتوفيق ثم العناية بالدروس والمذاكرة وحفظ الوقت ، فإنه من أعظم الأسباب 

ومن أسباب ذلك أيضا : المذاكرة مع الزملاء ن والحرص على الفائدة ؛ حتى يستقر العلم ن فلا تكتف بمطالعتك والدرس مع الأستاذ بل مع هذه المذاكرة مع الزملاء الطيبين فيما أشكل عليك حتى يستقر في ذهنك العلم

مجموع فتاوى العلامة عبد العزيز بن باز كتاب العلم 23/269


Pertanyaan: 

Jawab:

"Diantara sebab utama yang wajib diusahakan oleh seorang Penuntut Ilmu Syar'ie untuk mencapai apa yang di inginkan berupa kerihaan Allah -Subhanahu Wa Ta'ala- serta ilmu yang bermanfaat baginya dan kaum muslimin adalah ketaqwaan kepada Allah dengan mentaati-Nya, meninggalkan perbuatan maksiat, ikhlas kepada-Nya, meminta taubat, pertolongan dan taufiq kemudian perhatian dan mudzakaroh serta menjaga waktu.

Diantara sebabnya Juga adalah mudzakaroh bersama teman-teman, bersemangat dalam mengambil Faedah sehingga ilmu itu menjadi kokoh. Tidak cukup muthola'ah dan belajar bersama ustadz saja, akan tetapi bersamaan dengan itu mudzakaroh dengan teman-teman tentang perkara-perkara
yang kamu ragukan sampai ilmu itu kokoh dalam benakmu"

Keutamaan Memperbanyak Puasa Sunnah Pada Bulan Muharram

هل من السنة الإكثار من الصيام في شهر محرم ؟ وهل لهذا الشهر مزية على غيره من الشهور ؟


الحمد لله

فإن شهر محرم هو أول الشهور العربية وهو من أشهر الله الحُرم الأربعة ، قال تعالى : ( إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهراً في كتاب الله يوم خلق السموات والأرض منها أربعةٌ حرم ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم ) التوبة / 36

أخرج البخاري (3167) ومسلم (1679) عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ "

وثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أن أفضل الصيام بعد رمضان صيام شهر محرم فعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل " رواه مسلم 1163
قوله : ( شهر الله ) إضافة الشّهر إلى الله إضافة تعظيم ، قال القاري : الظاهر أن المراد جميع شهر المحرَّم
 
ولكن قد ثبت أنّ النبي صلى الله عليه وسلم لم يصم شهراً كاملاً قطّ غير رمضان فيُحمل هذا الحديث على الترغيب في الإكثار من الصّيام في شهر محرم لا صومه كله
 
والله أعلم


 .--------------------------------------------------------------------

Hidup Tak Lekang dari Ujian


Hinaan dan cercaan itu tiada hentinya keluar dari mulut kotor para penggunjing, makian, cacian bahkan penganiayaan fisik kerap beliau hadapi di awal-awal dakwah agama yang hanif ini. Beliau sempat dicela sebagai tukang sihir, dukun, bahkan dijuluki sebagai orang gila. Namun tak selangkah pun beliau mundur dalam memperjuangkan risalah ini sampai datanglah pertolongan dari Allah SWT pasca kepindahan beliau ke lahan dakwah baru yang pada akhirnya berujung pada kemenangan hakiki berupa penaklukan dan pembersihan kembali kota suci Allah dari aroma-aroma dan bekas-bekas kesyirikan.

Itulah buah dari keteguhan beliau selama ini dalam menghadapi ujian-ujian dari Rabb-Nya, semua itu beliau hadapi dengan tegar tanpa mengeluh sedikitpun.

Rasanya sudah cukup bagi kita contoh dan tauladan bagaimana keteguhan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai macam coba’an dan ujian. Sebab jika kita renungkan secara mendalam, maka tidaklah kehidupan dunia ini kecuali tahapan=tahapan test dan ujian yang kadarnya tentu bertahap tergantung dari tingkat keimanan seseorang. Semua pemberian Allah baik berupa nikmat ataupun musibah pada hakikatnya adalah ujian kehidupan. Dari sana akan nampak dengan jelas, siapa yang benar-benar beriman dan orang-orang yang hanya membenar-benarkan kemunafikannya.

Untuk itu dalam menghadapi segala aral melintang dalam perjalanan kehidupan ini diperlukan suatu alat peredam goncangan (shock-breaker) untuk mengurangi goncangan-goncangan yang ada, dan shock-breaker itu bernama kesabaran. Ya...hanya dengan kesabaranlah pedihnya luka serasa gigitan semut belaka, pedasnya cacian seakan-akan angin yang lewat begitu saja, pahitnya hidangan ujian kehidupan serasa manis dan menyejukkan. Shock breaker ini pula yang bisa mengurangi goncangan-goncangan dan letupan-letupan emosi amarah yang  berlebihan. Melalui ucapan ”أستغفر الله العظيم” seakan-akan ada angin segar yang berusaha mematikan kobaran amarah.

Kereta Dakwahku


Masih teringat kejadian sekitar satu bulan silam, seperti biasanya aku bersama teman-teman melalui perjalanan pulang dengan kereta rakyat. Memang denyut ekonomi terasa begitu kencang di sini, ratusan orang yang hilir mudik ke sana kemari demi sesuap nasi. Mulai dari penjual minuman keliling, tukang pecel, mainan anak-anak, alat pijat refleksi, pulsa elektrik sampai yang sekedar memberikan jasa penyemprot...an minyak wangi.
  

Hampir bisa dipastikan kalau mereka bekerja setiap hari. Karena setiap kali menaiki kereta ini hampir selalu menemui wajah-wajah mereka yang bekerja tak kenal lelah.

Namun yang sedikit berbeda di hari itu adalah kami ingin mencoba sedikit merasakan apa yang mereka rasakan. Bersama para rombongan kami mencoba menapaki gerbong demi gerbong seperti yang mereka lakukan. Jika dilihat dari kerjanya mungkin ini cuma pekerjaan sepele. hanya menyebarkan lembaran-lembaran berisi ajakan tertentu kepada para penumpang. Namun, ternyata pekerjaan ini membutuhkan persiapan mental juga.

Karena karakter orang-orang tentunya berbeda-beda. Ada yang menerima dengan senang hati, ada yang kebingungan, tidak mau menerima bahkan sudah menolak sebelum dikasih. (mungkin dikira promosi obat kali...hehehe.

Ingat Waktu

Flickr Images

Flag Counter