Kebahagiaan itu sederhana, kawan!

“Sering kali hal-hal yang dianggapkecil berdampak penyesalan besar jika kita remehkan. Begitupun jugakebahagiaan, perasaan yang tampaknya sederhana tapi kalau diabaikan kita takmampu membelinya.”

Anak umur 4-6  tahunan menemukankebahagiaannya pada setiap gendongan kakak dan orangtuanya, dan akan mendapatikepuasan setelah semua pertanyaan yang ia lontarkan terjawab. Benar ‘kan?
Sang istri menemukan kebahagiaannya jika ‘kerja’nya dapat membuat suaminyapun turut bahagia. Iya ‘kan?
Mahasiswa menemukan kebahagiaannya jika sudah memparipurnakan ujian,-dan kalau boleh penulis tambahkan- Mahasiswa bahagia saat turunnya mukafaah. Setuju banget ‘kan?
Para pengusaha muslim kampus–istilah penulis -, menemukankebahagiaannya saat isi kantong plastic mereka sudah terjual. Bukankah begitu?

Ilmu Yang Bermanfaat

Tujuan ilmu yang hakiki ketika ilmu itu telah di dapat adalah bisa menambah rasa takut kita kepada Allah -Subhanahu Wa Ta'ala-. Ilmu yang diamalkan oleh pemiliknya, sehingga keadaannya berubah menjadi lebih baik serta menambah keikhlasan kepada-Nya.

Bisa jadi kita gencar memberikan manfaat dan faedah ilmu lewat Facebook, Twitter, BBM, WA maupun SMS yang mana perbuatan seperti itu pada hakikatnya adalah baik. Namun, seringkali kali kita juga lupa bahwasanya tujuan ilmu itu bukan hanya untuk disampaikan saja. Lebih dari itu, tujuan ilmu adalah supaya menambah 3 hal tersebut diatas, yakni: Menambah Amal, Menambah rasa Khauf kepada Allah dan Menambah keikhlasan kepada-Nya.

Ingat Waktu

Flickr Images

Flag Counter